MEDIAKITA.CO.ID – RSD Idaman Kota Banjarbaru sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai Pelayanan Rehabilitasi Medik Pediatri di Aula Besar Lantai 4 RSD Idaman, Jumat (21/8/2026). Medik Pediatri adalah sebuah langkah strategis untuk memperkuat layanan bagi pasien anak, seiring dengan meningkatnya kebutuhan yang ada.
Dalam kegiatan ini menghadirkan dr. Nur Yulia Sari, Sp.KFR, sebagai narasumber utama, dimana kegiatan ini juga berfungsi sebagai forum konsultasi publik, untuk menggali masukan dari berbagai pihak, termasuk Dewan Pengawas, Dinas Kesehatan, Ombudsman, perwakilan organisasi, hingga akademisi dan yayasan peduli anak.
Tak hanya itu, kegiatan menghadirkan narasumber spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR) dr. Nur Yulia Sari, untuk membahas penguatan dan pengembangan pelayanan rehabilitasi medik bagi pasien anak. FGD tersebut juga menjadi forum konsultasi publik tematik untuk menggali masukan dan mengevaluasi kebutuhan pelayanan, seiring meningkatnya jumlah pasien anak yang membutuhkan rehabilitasi medik
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat serta dorongan transformasi digital lewat aplikasi SiPOPI, RSD Idaman berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu dan aksesibilitas pelayanan rehabilitasi medik anak yang optimal, berkesinambungan, dan terintegrasi baik di fasilitas kesehatan maupun di lingkungan keluarga.
Turut dihadiri Dewan Pengawas RSD Idaman, Plh. Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan, Bagian Organisasi Setda Kota Banjarbaru, Inspektorat Kota Banjarbaru, perwakilan DP3APMP2KB DISDIK Banjarbaru Koordinator Program Studi Psikologi FKIK ULM, UPTD Unit Layanan Disabilitas, Yayasan Ruang Pelita, serta Yayasan POTADS.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan memperkuat sinergi dan koordinasi dalam mendukung pelayanan rehabilitasi anak secara berkelanjutan, baik di fasilitas kesehatan maupun di lingkungan keluarga
Melalui FGD ini, pihak Managemen RSD Idaman juga mendorong penguatan kolaborasi antara rumah sakit, orang tua, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait agar proses rehabilitasi pasien anak dapat berlangsung secara optimal dan berkesinambungan.
Selain peningkatan mutu pelayanan, RSD Idaman terus mengembangkan transformasi digital melalui aplikasi SiPOPI yang diarahkan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan rumah sakit, termasuk pengembangan sistem antrean pasien secara daring.(adv/san)












