MEDIAKITA.CO.ID — Masa nifas merupakan periode penting setelah persalinan yang sering kali luput dari perhatian. Padahal, dalam rentang waktu hingga 42 hari setelah melahirkan, ibu masih berisiko mengalami berbagai komplikasi serius yang dapat mengancam keselamatan jiwa apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Masa nifas adalah periode pemulihan tubuh setelah persalinan. Selama masa ini, organ reproduksi kembali ke kondisi semula, produksi ASI mulai optimal, serta terjadi berbagai perubahan fisik dan hormonal. Oleh karena itu, ibu dan keluarga perlu mengenali berbagai tanda bahaya yang membutuhkan penanganan segera oleh tenaga kesehatan.
Beberapa tanda bahaya masa nifas yang tidak boleh diabaikan antara lain perdarahan hebat setelah melahirkan yang ditandai keluarnya darah dalam jumlah banyak disertai lemas, pusing, hingga pingsan. Selain itu, demam tinggi, cairan nifas (lochea) yang berbau tidak sedap, nyeri hebat, atau luka jahitan yang bernanah juga dapat menjadi tanda infeksi nifas yang memerlukan penanganan medis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ibu juga perlu waspada apabila mengalami sakit kepala hebat, pandangan kabur, hingga kejang yang dapat mengarah pada preeklampsia atau eklampsia pascapersalinan. Keluhan sesak napas, nyeri dada, jantung berdebar, nyeri pada betis yang disertai pembengkakan, maupun payudara yang merah, bengkak, terasa panas, dan nyeri juga merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap sepele.
Selain gangguan fisik, kesehatan mental ibu pascamelahirkan juga memerlukan perhatian. Perasaan sedih yang berlebihan, kecemasan berkepanjangan, sulit merawat bayi, hingga muncul halusinasi dapat menjadi tanda gangguan psikologis postpartum yang membutuhkan pendampingan dan penanganan profesional.
Berbagai komplikasi tersebut dapat dipicu oleh sejumlah faktor, seperti perdarahan akibat rahim yang tidak berkontraksi dengan baik, sisa plasenta, robekan jalan lahir, infeksi, hipertensi dalam kehamilan, trombosis, teknik menyusui yang kurang tepat, hingga perubahan hormon dan kelelahan setelah persalinan.
Untuk mencegah terjadinya komplikasi, ibu dianjurkan menjalani kontrol nifas secara rutin, menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memenuhi kebutuhan cairan, beristirahat yang cukup, serta memberikan ASI eksklusif. Dukungan keluarga juga berperan penting dalam membantu proses pemulihan fisik maupun mental ibu setelah melahirkan.
Apabila muncul tanda bahaya seperti perdarahan yang banyak, demam tinggi, nyeri hebat, sesak napas, kejang, atau penurunan kesadaran, ibu harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan secepat mungkin.
Penanganan awal oleh tenaga kesehatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, dan pernapasan, pemantauan jumlah perdarahan, pemeriksaan kontraksi rahim, menjaga kebersihan area kewanitaan, pemantauan tanda-tanda infeksi, pemberian terapi sesuai kondisi pasien, hingga tindakan rujukan apabila diperlukan.
Selain mengenali tanda bahaya, ibu juga diimbau untuk tidak melewatkan kunjungan nifas (KF). Pemeriksaan rutin ini sangat penting untuk memantau kesehatan ibu dan bayi, mendeteksi komplikasi sejak dini, memastikan proses pemulihan berjalan baik, memberikan dukungan psikologis, serta edukasi mengenai ASI eksklusif, nutrisi, perawatan bayi, hingga perencanaan keluarga.
Kunjungan nifas dilakukan minimal empat kali selama 42 hari setelah persalinan, yaitu pada usia 6 jam hingga 2 hari, 3–7 hari, 8–28 hari, dan 29–42 hari setelah melahirkan. Setiap kunjungan memiliki tujuan yang berbeda, mulai dari mencegah perdarahan, memantau pemulihan rahim dan kelancaran ASI, mengevaluasi kondisi ibu dan tumbuh kembang bayi, hingga memberikan konseling keluarga berencana.
Masa nifas bukan sekadar masa pemulihan setelah melahirkan, tetapi merupakan periode yang menentukan kesehatan ibu dalam jangka panjang. Mengenali tanda bahaya, menjalani pemeriksaan secara rutin, dan segera mencari pertolongan medis saat muncul keluhan merupakan langkah penting untuk mencegah komplikasi serta memastikan ibu dapat menjalani masa nifas dengan aman, sehat, dan nyaman.













