Kendalikan Inflasi Daerah, Pemkab HST Kembali Gelar FGD

- Penulis

Senin, 1 Desember 2025 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati HST, Samsul Rizal saat menghadiri acara FGD. Foto – MC HST untuk Mediakita.co.id

MEDIAKITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengendalian Inflasi Daerah untuk komoditas cabai dan bawang merah di Auditorium Bupati HST, Senin (1/12/2025).

Acara ini dibuka langsung oleh Bupati HST, Samsul Rizal, dan dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para kepala SOPD, pelaku usaha, lembaga keuangan, serta para petani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati menegaskan pentingnya pengendalian inflasi sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa cabai dan bawang merah bukan sekadar bumbu dapur, namun komoditas strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap inflasi dan kesejahteraan petani.

“Inflasi bukan sekadar persoalan angka. Kenaikan harga cabai dan bawang merah, sekecil apapun, dapat berdampak signifikan bagi keluarga terutama yang berpendapatan rendah,” ujarnya.

Bupati memaparkan tiga langkah utama yang saat ini dilakukan Pemkab HST. Pertama penguatan produksi dengan mendorong perluasan pola tanam terukur sesuai kalender pertanian dan pemenuhan benih unggul dan pemanfaatan teknologi pertanian.

Baca Juga:  Tiga Minimarket Disikat, Duo Pembobol Diringkus Polisi

Kedua, perbaikan distribusi dan stabilisasi harga, melalui TPID digelar operasi pasar dan pasar murah serta mendorong pedagang menjaga etika usaha dan menghindari penimbunan.

Ketiga, respons cepat pengendalian harga, pemantauan harga harian dan pengaktifan Satgas Pangan serta ketersediaan cadangan komoditas yang dapat segera digerakkan saat lonjakan harga.

Bupati juga menyinggung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai peluang untuk meningkatkan ekonomi lokal.

“Saya berharap penyedia layanan dan mitra MBG melibatkan petani lokal sebagai pemasok bahan baku seperti beras, sayuran, telur, ikan, dan daging. Jangan biarkan petani kita hanya menjadi penonton di banua sendiri,” tegasnya.

Bupati menyampaikan bahwa pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan pemerintah saja, melainkan memerlukan kolaborasi petani, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat.

“Dengan sinergi dan komitmen bersama, kita dapat menjaga stabilitas harga, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan perekonomian daerah tetap tumbuh dengan baik,” pungkasnya.(adv.mask95)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Banjar Perluas Ajang Budaya, Sinoman Hadrah hingga Musik Panting Bersaing di Level Provinsi
Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi
DPKP Banjar Kerahkan Empat Penyelam Bantu Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan
Kemarau Panjang, Stok Beras Banjar Diklaim Aman hingga 2027

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Pemkab Banjar Perluas Ajang Budaya, Sinoman Hadrah hingga Musik Panting Bersaing di Level Provinsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:36 WIB

DPKP Banjar Kerahkan Empat Penyelam Bantu Pencarian Korban KM Virgo Transport 8

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Berita Terbaru