Pencarian

Persimpangan Jalan Baru Bandara-Guntung Damar Membingungkan, Warga Tagih Rambu U-Turn


Persimpangan Jalan Baru Bandara-Guntung Damar Membingungkan, Warga Tagih Rambu U-Turn. Foto - Tim

MEDIAKITA.CO.ID - Hadirnya akses jalan baru menuju Bandara Syamsudin Noor menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Kendati jalan tersebut mulus dan dapat memangkas jarak tempuh perjalanan dari dan menuju bandara, namun ada saja persoalan baru yang muncul; kesemrawutan lalu lintas. 

Hal tersebut diungkapkan salah satu warga Guntung Damar RT 12, Kelurahan Guntung Payung, Banjarbaru, Amat. 

Menurutnya, persimpangan jalan yang mempertemukan Jalan Lingkar Utara dengan akses jalan baru tersebut bisa dikatakan sebagai "simpang camuh" alias semrawut. 

"Terlihat semrawut karena tidak adanya pengaturan lalu lintas yang jelas, bikin bingung dan berisiko bagi pengguna jalan," ujar Amat saat diwawancarai Mediakita.co.id belum lama tadi. 

Amat menyayangkan, meskipun jalan tersebut belum diresmikan, berbagai kendaraan sudah melintas di sana. Padahal, akses tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi warga Guntung Damar RT 12 yang mengandalkan jalur itu untuk menuju pusat Kota Banjarbaru.

Ia pun berharap agar pemerintah, khususnya instansi terkait segera memberikan kepastian terkait status jalan tersebut. Jika jalan memang sudah dapat digunakan untuk umum, perlu dipasang petunjuk arah atau rambu-rambu lalu lintas. 

“Kami meminta agar jalan ini segera diresmikan dan dilengkapi dengan petunjuk yang jelas. Jangan sampai situasi ini terus membingungkan warga,” ungkap Amat.

Di samping itu, Amat menceritakan pernah terjadi sebuah kecelakaan lalu lintas di persimpangan tersebut, meskipun tidak parah.  

"Jangan sampai terjadi korban, baru instansi terkait bertindak," tambahnya.

Selain itu, ia juga menyoroti minimnya penerangan jalan umum (PJU) yang berada di persimpangan jalan tersebut. Bahkan, kawasan jalan baru ini juga kerap dialihfungsikan menjadi 'sirkuit' balap liar.

Amat khawatir, kurangnya pencahayaan lampu dengan arena balap liar, menambah potensi kecelakaan lalu lintas yang bisa berakibat fatal.

"Warga masih menunggu janji terkait pembangunan u-turn atau titik putar balik di kawasan tersebut. Beberapa bulan lalu ada rapat terkait u-turn, namun hingga kini belum ada realisasinya. Kami bingung harus ke mana untuk putar balik,” tandasnya. (tim)