MEDIAKITA.CO.ID – Upaya meningkatkan penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Balangan terus mendapat perhatian serius. Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Balangan, Saiful Arif, menginisiasi koordinasi lintas sektor guna merumuskan langkah strategis dan berkelanjutan dalam penanganan ODGJ, termasuk membahas wacana pembangunan tempat rehabilitasi khusus di Kabupaten Balangan.
Pertemuan yang digelar di ruang kerja Wakil Ketua II DPRD Balangan tersebut melibatkan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi komprehensif terhadap persoalan ODGJ yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Saiful Arif menegaskan bahwa penanganan ODGJ tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, instansi sosial, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, ODGJ bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut aspek sosial, kemanusiaan, dan kesejahteraan masyarakat yang harus ditangani secara terpadu.
“Melalui koordinasi lintas sektor ini, kami ingin membangun kesepahaman bersama dalam mencari solusi terbaik. Penanganan ODGJ harus dilakukan secara manusiawi, terukur, dan berkelanjutan agar mereka mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh pelayanan dan pemulihan yang layak,” ujar Saiful Arif kepada awak media, Rabu (20/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, salah satu poin penting yang mengemuka adalah rencana pembangunan tempat rehabilitasi khusus bagi ODGJ di Kabupaten Balangan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan, pemulihan, serta pendampingan bagi para penyandang gangguan jiwa sehingga proses penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang.
Saiful Arif menilai keberadaan tempat rehabilitasi akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap ODGJ. Selain membantu proses pemulihan, fasilitas tersebut juga dapat menjadi sarana edukasi bagi keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya penanganan kesehatan jiwa yang tepat.
“Selama ini penanganan ODGJ masih menghadapi berbagai keterbatasan. Karena itu, keberadaan tempat rehabilitasi menjadi salah satu solusi yang perlu dipersiapkan secara serius agar proses pemulihan bisa lebih terarah dan optimal,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan harus mengedepankan aspek kemanusiaan dan penghormatan terhadap hak-hak ODGJ sebagai warga negara. Menurutnya, stigma negatif terhadap penderita gangguan jiwa juga perlu dikurangi melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Lebih lanjut, Saiful Arif berharap pembahasan yang telah dilakukan tidak berhenti pada tahap koordinasi semata, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan para ODGJ.
“Ini bukan hanya tentang membangun fasilitas, tetapi bagaimana kita menghadirkan sistem penanganan yang lebih baik, lebih manusiawi, dan berkelanjutan. Dengan kerja sama semua pihak, saya optimistis program ini dapat direalisasikan dan memberikan manfaat besar bagi Balangan,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan penanganan ODGJ tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas hidup para penyandang gangguan jiwa, tetapi juga akan menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan harmonis bagi masyarakat secara keseluruhan.
Melalui sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, Kabupaten Balangan diharapkan mampu menghadirkan layanan kesehatan jiwa yang lebih baik sekaligus menjadi daerah yang semakin peduli terhadap perlindungan dan pemenuhan hak-hak kelompok rentan di tengah masyarakat.













