DPRD Balangan Soroti Klaim BPJS dan Kekosongan Obat, Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Tersandera Administrasi

- Penulis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIAKITA.CO.ID – DPRD Kabupaten Balangan menyoroti serius persoalan pelayanan kesehatan di sejumlah Puskesmas. Mulai dari klaim BPJS Kesehatan yang belum dapat diproses hingga kekosongan obat, berbagai persoalan tersebut dinilai harus segera dituntaskan agar masyarakat tidak menjadi korban.

Persoalan itu mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Balangan, Senin (10/8/2026). Rapat dihadiri hampir seluruh anggota DPRD Balangan, perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Barabai, RSUD Datu Kandang Haji, Dinas Kesehatan Balangan, serta kepala Puskesmas se-Kabupaten Balangan.

Dalam RDP terungkap, sejumlah klaim BPJS Kesehatan dari Puskesmas belum dapat diproses. Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD karena berpotensi memengaruhi operasional fasilitas kesehatan dan pada akhirnya berdampak terhadap pelayanan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya klaim, persoalan ketersediaan obat juga ikut menjadi sorotan. Kekosongan obat di sejumlah Puskesmas dinilai tidak boleh dibiarkan karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Pimpinan rapat, Wakil Ketua I DPRD Balangan, M. Rizkan, menegaskan persoalan administratif tidak boleh menjadi penghambat pelayanan kesehatan.

“Berdasarkan aturan, untuk melakukan akreditasi Puskesmas harus melakukan pelayanan selama 12 bulan. Kalau tidak bisa melakukan pelayanan atau klaim BPJS, untuk apa penandatanganan kerja sama dilakukan lebih dulu,” ujarnya.

Rizkan menegaskan DPRD tidak menginginkan persoalan antara Puskesmas dan BPJS Kesehatan berlarut-larut. Menurutnya, setiap persoalan administrasi harus segera dicarikan solusi tanpa mengorbankan masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

“Jangan sampai persoalan administrasi justru membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan,” menjadi garis besar perhatian DPRD dalam pembahasan tersebut.

Dari sisi BPJS Kesehatan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Barabai, Nancy Agitha, menjelaskan pihaknya telah mengambil kebijakan agar proses klaim Puskesmas tetap dapat dilakukan melalui penandatanganan surat pernyataan.

Melalui mekanisme tersebut, Puskesmas menyatakan kesediaan mengembalikan dana apabila di kemudian hari ditemukan persoalan dalam proses audit.

“Kebijakan itu yang sudah saya ambil. Kami berkomitmen tidak melakukan audit dari internal, tetapi kami tidak bisa menghalangi pihak luar seperti BPK maupun BPKP untuk melakukan audit,” jelasnya.

Besarnya nilai klaim yang tertahan juga terungkap dalam RDP. Kepala Puskesmas Awayan, dr. Whimpy, menyampaikan terdapat lebih dari Rp100 juta klaim BPJS Kesehatan yang saat ini belum dapat dibayarkan.

Baca Juga:  Bupati Saidi Sampaikan Raperda Koperasi-UMKM di Paripurna DPRD Banjar

Jika digabungkan dengan tiga Puskesmas rawat inap di Kecamatan Awayan, Batumandi, dan Lampihong, total klaim yang belum dapat diproses diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.

“Dari tiga Puskesmas rawat inap Kecamatan Awayan, Batumandi dan Lampihong kurang lebih Rp300 juta yang belum bisa diklaim BPJS. Jika itu pengembalian, akan memberatkan APBD,” ungkapnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan memastikan persoalan ketersediaan obat mulai ditangani. Obat-obatan untuk Puskesmas disebut sudah dapat disediakan dan mulai didistribusikan setelah adanya nota bon dari Puskesmas.

Meski demikian, DPRD Balangan menegaskan penyelesaian persoalan pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti pada rapat dan pembahasan administratif. Langkah konkret harus segera dilakukan agar persoalan yang sama tidak terus berulang.

DPRD bahkan membuka kemungkinan mengambil langkah lebih jauh apabila persoalan klaim BPJS, ketersediaan obat, dan pelayanan kesehatan tidak kunjung menemukan solusi. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembentukan Panitia Khusus (Pansus) pelayanan kesehatan.

Pansus dinilai dapat menjadi instrumen untuk mengurai persoalan secara lebih menyeluruh, mulai dari sistem pelayanan, mekanisme klaim BPJS, ketersediaan obat, hingga pola koordinasi antara Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.

Bagi DPRD Balangan, persoalan kesehatan bukan sekadar persoalan administrasi dan angka dalam laporan. Di balik setiap klaim yang tertunda dan obat yang kosong, ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

Karena itu, DPRD meminta seluruh pihak terkait bergerak mencari solusi konkret. Pelayanan kesehatan harus tetap berjalan optimal, sementara mekanisme administrasi dan pengelolaan anggaran harus dibenahi secara bersamaan.

RDP tersebut menjadi penegasan bahwa DPRD Balangan akan mengawal persoalan pelayanan kesehatan agar tidak berhenti sebagai keluhan. Pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan BPJS Kesehatan didorong duduk bersama untuk memastikan hak masyarakat atas pelayanan kesehatan tetap terpenuhi.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Staf Sekretariat DPRD Banjar Dipanggil Polda Kalsel, Pimpinan: Sebatas Klarifikasi
DPRD dan Pemkab Balangan Sepakati KUA-PPAS 2027, Anggaran Didorong Lebih Inklusif dan Berdampak bagi Masyarakat
SAPU AMAS DPRD Balangan Temukan Arsip Kependudukan Belum Aman, Saiful Arif Dorong Gudang Standar
Semarak HUT ke-81 RI, Sekretariat DPRD Balangan Kobarkan Semangat Kemerdekaan dan Kekompakan
DPRD Balangan Dorong Deteksi Dini Karhutla Lewat Media Sosial: “Pantau Selalu, Masyarakat Lebih Cepat”
DPRD Balangan Tegas: Administrasi Jangan Jadi Tembok Penghalang Hak Jaminan Sosial Masyarakat
DPRD Balangan Naik Kelas di Ruang Digital, Saiful Arif Dukung Podcast Parlementaria Jadi Jembatan Aspirasi Publik
DPRD dan Pemkab Balangan Sepakati Perubahan APBD 2026, Empat Bulan Tersisa Dikebut untuk Kejar Target Pembangunan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Staf Sekretariat DPRD Banjar Dipanggil Polda Kalsel, Pimpinan: Sebatas Klarifikasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:05 WIB

DPRD dan Pemkab Balangan Sepakati KUA-PPAS 2027, Anggaran Didorong Lebih Inklusif dan Berdampak bagi Masyarakat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:02 WIB

SAPU AMAS DPRD Balangan Temukan Arsip Kependudukan Belum Aman, Saiful Arif Dorong Gudang Standar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Sekretariat DPRD Balangan Kobarkan Semangat Kemerdekaan dan Kekompakan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:57 WIB

DPRD Balangan Dorong Deteksi Dini Karhutla Lewat Media Sosial: “Pantau Selalu, Masyarakat Lebih Cepat”

Berita Terbaru

Bisnis

Sensible Medical insurance Preparations

Rabu, 26 Agu 2026 - 10:31 WIB

[AT] Spins MORDA

Osterreichische Online Casinos: Orientierung fur informierte Spieler

Rabu, 26 Agu 2026 - 08:22 WIB