MEDIAKITA.CO.ID – Persoalan penyimpanan arsip kependudukan menjadi salah satu perhatian Wakil Ketua DPRD Kabupaten Balangan, Saiful Arif, saat menjalankan program Sambangi dan Pungut Aspirasi Masyarakat (SAPU AMAS) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Balangan, Kamis (13/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Saiful Arif menemukan kebutuhan sarana penyimpanan arsip yang dinilai perlu segera mendapat perhatian. Gudang arsip Disdukcapil disebut belum memenuhi standar keamanan dan ketahanan yang ideal untuk menyimpan dokumen kependudukan.
Salah satu staf administrasi Disdukcapil Balangan, Masruddin, mengungkapkan kondisi penyimpanan arsip saat ini masih menggunakan rak yang ditempatkan di bagian atas. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya berisiko terhadap dokumen, tetapi juga keselamatan pegawai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat ini gudang arsip hanya berupa rak yang berada di atas. Susunannya cukup membahayakan karena berada di atas, bisa terjatuh dan menimpa pegawai yang berada di bawahnya,” bebernya.
Menurutnya, kebutuhan gudang arsip yang lebih layak bukan semata-mata untuk menjaga kerapian dokumen. Arsip kependudukan merupakan dokumen penting yang harus dijaga keamanan, keutuhan, dan keberlangsungannya.
Kondisi tersebut juga berkaitan langsung dengan keselamatan pegawai yang setiap hari menjalankan aktivitas pelayanan di lingkungan Disdukcapil.
Kabid Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil Balangan, Hj. Rahmidah, mengapresiasi kunjungan DPRD melalui program SAPU AMAS. Menurutnya, kehadiran wakil rakyat menjadi ruang penting bagi perangkat daerah untuk menyampaikan kebutuhan yang dihadapi secara langsung.
“Terima kasih kepada anggota Dewan yang sudah mendengarkan permasalahan yang ada di Disdukcapil. Semoga gudang arsip yang memenuhi standar keamanan yang baik bisa segera dimiliki oleh kami,” ucapnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Saiful Arif menilai persoalan sarana penyimpanan arsip tidak boleh dianggap sebagai kebutuhan sekunder. Menurutnya, dokumen kependudukan memiliki nilai penting bagi masyarakat sehingga harus ditunjang dengan sistem penyimpanan yang aman, tertata, dan memenuhi standar.
“Arsip ini merupakan dokumen penting. Jangan sampai dokumen yang seharusnya aman justru disimpan dengan kondisi yang berisiko, baik terhadap arsip maupun pegawai,” tegas Saiful Arif.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Balangan dapat menindaklanjuti kebutuhan tersebut melalui perencanaan dan penganggaran yang tepat.
Menurutnya, pembangunan atau penyediaan gudang arsip yang layak bukan hanya menyelesaikan persoalan sarana, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan administrasi kependudukan.
Program SAPU AMAS sendiri menjadi salah satu sarana DPRD Balangan untuk turun langsung mendengar berbagai persoalan dan kebutuhan di lapangan. Aspirasi yang ditemukan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan pembangunan.
Saiful Arif menegaskan, setiap aspirasi yang ditemukan dalam kunjungan lapangan harus diupayakan memiliki tindak lanjut yang jelas.
Arsip negara harus aman, pegawai harus terlindungi, dan pelayanan kepada masyarakat harus semakin kuat. Kebutuhan gudang arsip Disdukcapil Balangan kini menjadi salah satu aspirasi yang didorong untuk mendapat perhatian pemerintah daerah.








