MEDIAKITA.CO.ID – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Balangan, Hafis Ansyari, meninjau langsung kawasan Tabat Besar atau Bendungan Kali Maraup yang berada di Desa Inan Panggung, Kecamatan Paringin Selatan, Minggu (4/4/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung potensi pengembangan kawasan irigasi peninggalan leluhur yang kini direncanakan menjadi destinasi wisata baru.
Dalam peninjauan itu, Hafis menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Balangan yang berencana melakukan penataan kawasan Bendungan Kali Maraup agar tidak hanya berfungsi sebagai sarana irigasi, tetapi juga berkembang menjadi wisata alam berbasis potensi lokal.
Ia menilai, kawasan tersebut memiliki nilai strategis karena selain menyimpan fungsi sejarah sebagai irigasi pedesaan, juga memiliki daya tarik alami yang mampu dikembangkan menjadi ruang wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemkab Balangan setahu saya juga siap mengucurkan dana untuk pembenahan. Nantinya akan ada pembangunan jembatan kecil dan pendopo sebagai tempat berkumpul. Ini tentu sangat kita dukung karena bisa menjadi daya tarik wisata baru,” ujarnya.
Hafis menegaskan, pengembangan kawasan ini harus diarahkan tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku UMKM dan warga desa yang selama ini turut menjaga kawasan tersebut.
Menurutnya, keberadaan event tahunan seperti lomba menangkap ikan yang sudah rutin digelar masyarakat menjadi bukti bahwa Bendungan Kali Maraup memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan komunitas.
“Event yang sudah berjalan ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Jika dikelola lebih baik, tentu akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi warga,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan adanya pembenahan infrastruktur dan pengelolaan yang lebih terarah, kawasan tersebut berpeluang menjadi salah satu ikon wisata baru di Kabupaten Balangan yang menggabungkan nilai sejarah, alam, dan budaya lokal.
DPRD Balangan, lanjutnya, siap mengawal proses pengembangan tersebut agar berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapannya, ini bukan hanya sekadar proyek fisik, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat di sekitar bendungan,” pungkasnya. (sry)













