Pencarian

Setahun, Lima Miliar Bocor?


Rapat Pansus dengan Bidang Hukum dan Bidang Ekonomi Banjar di ruang Komisi III DPRD Kabupaten Banjar. Foto - Isur



MEDIAKITA.CO.ID - Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui PD Pasar Bauntung Batuah (PBB) diduga terjadi kebocoran hingga Rp5 miliar setiap tahunnya.

Hal itu diungkapkan Ketua Pansus PD PBB, Yunani saat rapat Pansus dengan Bidang Hukum dan Bidang Ekonomi Banjar di ruang Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, Selasa (27/6/23).

"Hari ini kami mengundang pihak eksekutif untuk mengkaji terkait PD Pasar yang kondisinya semakin tidak jelas. Kedepan, kami akan mengadakan investigasi lapangan terkait dugaan kebocoran PAD," ungkap Yunani kepada sejumlah awak media.

Yunani juga mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Inspektorat sebagai auditor internal terkait kasus tersebut.

"Pansus dibentuk untuk merubah badan hukum PD Pasar menjadi Perumda. Dengan target minimal Rp600 jutaan dalam satu tahun. Bahkan tahun ini pasar hanya merealisasikan sekitar Rp200 jutaan. Ada kebocoran di PD pasar sekitar 5,5 miliar menurut kalkulasi kami," ungkapnya.

Mengejutkan lagi kata Yunani, dari rentang tahun 2016 sampai 2017, PD PBB tidak memberikan setoran sama sekali kepada kas daerah.

"Rentang waktu 2016-2017 setorannya nol rupiah, sangat tidak wajar. Dengan predikat WTP secara keseluruhan tetapi kalau dilihat dari satu item gagal, artinya ada yang harus diperbaiki," ujarnya.

Sementara itu perwakilan dari Bidang Ekonomi Setda Kabupaten Banjar, Alfian Noor yang hadir dalam rapat pansus mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan penyertaan modal berupa uang sebesar Rp5 miliar serta aset. Namun dari tahun 2010-2021, defiden yang didapat baru sekitar Rp1,1 miliar.

"Secara keseluruhan aset yang diinvestasikan dalam bentuk uang dan bangunan sekitar Rp872 miliar. Sampai saat ini sudah berjalan sekitar 10 tahun hasilnya masih jauh dari yang diharapkan. Bahkan ada juga aset yang belum diserahkan namun sudah dikelola, lalu kami sangat bingung dengan kasus semacam ini," ungkapnya seusai rapat Pansus.

Sekadar diketahui bahwa pasar yang dikelola PD PBB sekitar 16 pasar diseluruh Kabupaten Banjar. Namun ada beberapa pasar yang hanya hari - hari tertentu saja buka.(isr)