MEDIAKITA.CO.ID – Komitmen terhadap pelestarian budaya kembali ditunjukkan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Balangan, Saiful Arif. Di tengah padatnya agenda kedewanan, ia menyempatkan diri menghadiri kegiatan Silaturahmi Pawasian Banua Sanggam yang digelar di halaman Kantor Kepala Desa Paran, Kecamatan Paringin, Sabtu (14/2) malam.
Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata dukungan legislatif terhadap upaya masyarakat dalam menjaga warisan budaya. Sejak dimulai pukul 19.00 WITA, kegiatan tersebut dipadati tokoh masyarakat, pecinta pusaka, serta warga yang antusias mengikuti rangkaian acara yang sarat nilai tradisi.
Dalam sambutannya, Saiful Arif menegaskan bahwa pusaka bukan hanya benda bersejarah, tetapi simbol jati diri dan perjalanan panjang sebuah daerah. Ia mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus modernisasi, menjaga budaya adalah bentuk menjaga identitas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pusaka bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi cerminan nilai, sejarah, dan jati diri kita. Jika tidak dijaga, kita akan kehilangan identitas sebagai masyarakat yang berakar pada budaya,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Paran yang dinilai berhasil menjaga semangat kebersamaan melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, silaturahmi berbasis budaya seperti ini memiliki nilai strategis, tidak hanya dalam melestarikan tradisi, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga.
Lebih jauh, Saiful Arif menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal. Ia menilai, tanpa dukungan bersama, warisan leluhur berpotensi tergerus oleh perkembangan zaman yang semakin cepat.
“Pelestarian budaya tidak bisa berjalan sendiri. Perlu peran aktif semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, agar nilai-nilai ini tetap hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya,” ujarnya.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai jalannya kegiatan. Kebersamaan yang terbangun menjadi bukti bahwa masyarakat Desa Paran masih memiliki kepedulian tinggi terhadap warisan budaya Banua Sanggam.
Melalui momentum ini, DPRD Balangan berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan. Tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai benteng menjaga identitas daerah agar tetap kokoh di tengah perubahan zaman. (sry)













