MEDIAKITA.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Banjar meluncurkan inovasi Papuyu Smart untuk mengembangkan budidaya ikan papuyu berbasis digital dan terintegrasi. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pembudidaya ikan.
Inovasi yang dikembangkan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar tersebut diluncurkan di Guest House Sultan Sulaiman, Martapura, Jumat (2/10/2026) pagi.
Peluncuran dilakukan Bupati Banjar H Saidi Mansyur yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Ikhwansyah, didampingi Kepala DKPP Banjar Sipliansyah Hartani. Kegiatan itu turut dihadiri penyuluh, pendamping, pembudidaya ikan dan sejumlah undangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutan Bupati Banjar yang dibacakan Ikhwansyah, pemerintah daerah terus mendorong tata kelola pembangunan yang efektif, inovatif, kolaboratif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Menurutnya, Papuyu Smart menjadi salah satu langkah untuk mengintegrasikan pengelolaan Kampung Budidaya Papuyu melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Papuyu Smart merupakan salah satu langkah nyata untuk mentransformasi tata kelola Kampung Budidaya Papuyu,” ujarnya.
Integrasikan Budidaya hingga Pemasaran
Papuyu Smart tidak hanya mengandalkan pola kerja dan kolaborasi antarpihak, tetapi juga dilengkapi aplikasi digital untuk mendukung pengelolaan data, pemantauan kegiatan budidaya, pengukuran indikator kinerja serta penyediaan informasi sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Melalui sistem tersebut, pemerintah daerah berharap data budidaya lebih tertata, koordinasi semakin mudah dan pemantauan kegiatan dapat dilakukan lebih cepat.
Ikhwansyah juga mengajak seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk mendukung pelaksanaan inovasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Para penyuluh dan pendamping diminta memanfaatkan sistem tersebut untuk memperkuat pendampingan. Sementara pembudidaya diharapkan aktif menggunakan aplikasi sekaligus memberikan masukan agar pengembangannya sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Melalui Papuyu Smart, pemerintah dapat mengambil kebijakan berdasarkan data yang lebih akurat,” katanya.
Kembangkan Ekosistem Ikan Papuyu
Kepala DKPP Kabupaten Banjar Sipliansyah Hartani menjelaskan, Papuyu Smart dikembangkan dari gagasan inovasi daerah yang sebelumnya telah dua kali meraih penghargaan.
Melihat masih terbukanya peluang pengembangan sektor budidaya ikan papuyu, gagasan tersebut kemudian disempurnakan menjadi ekosistem usaha yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Cakupannya meliputi pembenihan, pembesaran, pengolahan hasil panen hingga pemasaran berbasis digital.
Sipliansyah mengatakan, pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi ikan papuyu yang dikenal sebagai salah satu komoditas bernilai tinggi dan banyak diminati di Kalimantan.
“Langkah komprehensif ini diharapkan mampu mengoptimalkan nilai ekonomi ikan papuyu, yang dikenal sebagai salah satu komoditas ikan bernilai tinggi atau ‘ikan sultan’ yang sangat diminati di wilayah Kalimantan,” ujarnya.
Untuk menjaga keberlanjutan program, DKPP Banjar akan memperkuat pendampingan secara berkala, mengembangkan Kampung Papuyu serta menyalurkan bantuan sarana dan prasarana penunjang bagi pembudidaya.
Dukungan pemerintah daerah juga diarahkan pada penguatan ekosistem budidaya melalui pembahasan kebutuhan pendanaan dan alokasi anggaran.
Dengan pengelolaan yang terintegrasi dan pemanfaatan teknologi digital, Papuyu Smart diharapkan dapat mendorong perkembangan usaha budidaya ikan papuyu sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya di Kabupaten Banjar.













