MEDIAKITA.CO.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar mengalokasikan anggaran sekitar Rp50,997 miliar untuk pembangunan, rehabilitasi, dan relokasi sejumlah fasilitas pendidikan pada tahun 2026. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung paling lambat pada akhir Desember 2026.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Mahriansyah, mengatakan program yang dijalankan tahun ini merupakan bagian dari rencana perubahan dan pergeseran anggaran yang telah disusun pemerintah daerah.
“Total anggaran yang dialokasikan sekitar Rp50,997 miliar dan seluruh pekerjaan kami targetkan selesai paling lambat pada Desember tahun ini,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mahriansyah menjelaskan, pekerjaan yang dilaksanakan mencakup sekitar 40 paket pada jenjang sekolah dasar (SD), 30 paket untuk sekolah menengah pertama (SMP), serta sekitar 17 paket pada satuan pendidikan anak usia dini (PAUD).
Namun, jumlah paket pekerjaan tidak sama dengan jumlah sekolah yang ditangani. Pasalnya, sebagian paket merupakan hasil konsolidasi yang mencakup lebih dari satu sekolah.
“Dari hasil konsolidasi tersebut, jumlah sekolah yang mendapatkan penanganan sekitar 76 sekolah,” katanya.
Ia menambahkan, jenis pekerjaan yang dilakukan tidak hanya berupa rehabilitasi bangunan, tetapi juga pembangunan ulang atau revitalisasi sekolah yang mengalami kerusakan berat.
Beberapa sekolah yang menjadi sasaran revitalisasi berada di wilayah Tanyar dan Sungai Musa. Selain itu, terdapat sejumlah sekolah yang dibangun kembali karena kondisi bangunannya sudah tidak layak dipertahankan.
Tak hanya itu, Dinas Pendidikan juga melaksanakan relokasi beberapa sekolah yang terdampak banjir agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
“Relokasi dilakukan di beberapa wilayah seperti Aluh-Aluh, Gambut, Mataraman, dan Astambul. Ini menjadi salah satu prioritas karena berkaitan dengan dampak bencana banjir,” jelasnya.
Sementara itu, pekerjaan rehabilitasi meliputi berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari ruang kelas, pagar sekolah, toilet, perpustakaan, ruang guru hingga rumah dinas. Meski cakupannya cukup banyak, Mahriansyah menegaskan fokus utama tetap pada penyelesaian pembangunan dan relokasi sekolah yang menjadi prioritas.
Dengan pelaksanaan program tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar berharap kualitas sarana dan prasarana pendidikan semakin baik sehingga mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal di seluruh wilayah Kabupaten Banjar. (rdn)













