Jembatan Pulau Laut Ditarget Rampung 2028, Ini Progres Terkininya

- Penulis

Senin, 7 September 2026 - 02:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIAKITA.CO.ID – Pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, terus berjalan. Hingga September 2026, pekerjaan masih difokuskan pada pembangunan struktur bawah, mulai dari pemancangan pondasi, kolom hingga pierhead.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, Robby Cahyadi, mengatakan pembangunan jembatan sepanjang sekitar 3,5 kilometer itu dikerjakan dengan skema kontrak tahun jamak atau multiyears.

Menurut Robby, pembangunan terbagi dalam tiga bagian, yakni jembatan pendekat dari sisi Kotabaru, bentang tengah yang ditangani pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta jembatan pendekat dari sisi Tanah Bumbu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara umum Jembatan Pulau Laut ini dikerjakan dengan multiyears contract. Untuk bentang tengah dibantu kawan-kawan dari Kementerian melalui Balai Jalan Nasional, mereka berkontrak juga dengan metode multiyears,” ujar Robby kepada Mediakita.co.id, Senin (7/9/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan sisi pendekat dari Tanah Bumbu dan Kotabaru dilaksanakan secara bertahap. Pada 2024, pekerjaan dilakukan bersama sejumlah pihak, kemudian dilanjutkan pada 2025 oleh badan usaha milik negara (BUMN).

Sementara untuk kontrak multiyears 2026-2028, pekerjaan sisi Tanah Bumbu kembali dikerjakan PT PP, sedangkan sisi Kotabaru dikerjakan Nindya Karya melalui kerja sama operasi (KSO).

Saat ini, kata Robby, pekerjaan masih berkonsentrasi pada struktur bawah jembatan.

“Pekerjaannya masih berputar di pekerjaan bawah. Posisinya pemancangan, pier head sampai kolom dan sampai pier head. Untuk pemasangan bangunan atas masih berproses karena posisi kita masih konsen di bangunan bawah,” jelasnya.

Dari sisi progres, Robby memperkirakan pekerjaan di wilayah Tanah Bumbu hingga September 2026 telah mencapai lebih dari 10 persen. Sedangkan dari sisi Kotabaru berada di kisaran 7 hingga 8 persen.

Baca Juga:  Pemprov Kalsel Resmi Tutup Program Rehabilitasi Sosial di Dua Panti Disabilitas

“Untuk kawan-kawan dari Batulicin perkiraan sudah di atas 10 persen. Sedangkan yang di Kotabaru kisaran tujuh sampai delapan persen,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan Jembatan Pulau Laut menghadapi sejumlah tantangan teknis. Salah satunya kondisi lapisan tanah yang dinilai cukup dinamis saat pekerjaan pengeboran pondasi dilakukan.

Robby mengatakan, penelitian kondisi tanah sebelumnya telah dilakukan. Namun, kondisi aktual di lapangan tidak selalu sepenuhnya sesuai dengan hasil penelitian sehingga dapat memengaruhi waktu pengerjaan.

“Potensi penambahan waktu kerja adalah pengeboran yang unpredictable. Walaupun sudah ada penelitian tanah terkait kondisi geografis dan lapisan tanah, pada saat pelaksanaan dinamika itu selalu ada,” katanya.

Salah satu kendala yang ditemukan adalah lapisan batuan yang dapat menghambat proses pengeboran.

Selain kondisi tanah, faktor cuaca dan arus laut yang cukup deras juga menjadi tantangan dalam pekerjaan di lapangan. Kondisi tersebut turut memengaruhi operasional tongkang yang membawa alat bor maupun peralatan pengecoran.

“Selebihnya kendala adalah terkait cuaca dan arus laut yang deras di sana. Itu memengaruhi konfigurasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan, baik terkait tongkang yang memuat alat bor maupun proses pengecoran,” jelas Robby.

Meski demikian, Robby memastikan berbagai kendala tersebut masih dapat diatasi sehingga pekerjaan tetap berjalan.

Pembangunan Jembatan Pulau Laut secara keseluruhan ditargetkan rampung pada 2028. Penyelesaian proyek tersebut akan dilakukan secara paralel dengan pembangunan bentang tengah yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Target kita selesai pekerjaan ini secara keseluruhan bersamaan dengan paket pekerjaan di bentang tengah dari kawan-kawan APBN. Ini akan kita selesaikan di tahun 2028,” pungkas Robby. (rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Banjarbaru Beri Masukan, Perubahan APBD 2026 Fokus Program Prioritas
Reses di Loktabat Utara, Qomal Tampung Aspirasi Karang Taruna dan Fasilitas Warga
HUT RI ke-81 dan Milad Demokrat ke-25 Dirayakan Meriah di Sidomulyo Raya
Jalan Santai HUT ke-81 RI, Ketua DPRD Banjarbaru Perkuat Kebersamaan Warga
Dua Nara Sumber Dihadirkan Dalam Kegiatan FGD RSD Idaman
Hari Jadi Ke 76 ; Investasi di Kabupaten Banjar Mampu Serap 115 Ribu Tenaga Kerja, Ini Upaya Libatkan UMKM
Hari Jadi ke 76 ; Perdagangan Jadi Primadona Investasi di Kabupaten Banjar, Ini Sektor Lain yang Dilirik
Kado Dihari Jadi ke 76, Investasi Kabupaten Banjar Melonjak dan Tembus Rp2,65 Triliun pada 2025

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 02:29 WIB

Jembatan Pulau Laut Ditarget Rampung 2028, Ini Progres Terkininya

Senin, 31 Agustus 2026 - 02:01 WIB

DPRD Banjarbaru Beri Masukan, Perubahan APBD 2026 Fokus Program Prioritas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Reses di Loktabat Utara, Qomal Tampung Aspirasi Karang Taruna dan Fasilitas Warga

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:26 WIB

HUT RI ke-81 dan Milad Demokrat ke-25 Dirayakan Meriah di Sidomulyo Raya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 01:55 WIB

Jalan Santai HUT ke-81 RI, Ketua DPRD Banjarbaru Perkuat Kebersamaan Warga

Berita Terbaru