MEDIAKITA.CO.ID — Cedera saat berolahraga, bekerja, maupun beraktivitas sehari-hari dapat terjadi kapan saja. Salah satu cedera yang paling sering dialami masyarakat adalah sprain (terkilir atau keseleo) dan strain (otot atau tendon tertarik akibat peregangan berlebihan). Penanganan yang tepat sejak awal menjadi kunci untuk mencegah cedera semakin parah dan mempercepat proses pemulihan.
Sprain merupakan cedera pada ligamen akibat sendi terkilir atau bergerak melebihi batas normal. Sementara itu, strain adalah cedera pada otot atau tendon yang umumnya disebabkan oleh aktivitas fisik berat, olahraga, atau mengangkat beban secara berlebihan.
Sebagai langkah pertolongan pertama, tenaga kesehatan merekomendasikan penerapan metode RICE, yaitu Rest (Istirahat), Ice (Kompres Dingin), Compression (Balut/Tekan), dan Elevation (Tinggikan Posisi Bagian yang Cedera). Metode ini terbukti efektif untuk membantu mengurangi nyeri, menekan pembengkakan, serta mempercepat proses penyembuhan pada cedera jaringan lunak ringan apabila dilakukan dalam 24 hingga 48 jam pertama setelah cedera terjadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tahapan pertama adalah Rest, yakni segera menghentikan aktivitas dan mengistirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera agar kerusakan jaringan tidak semakin berat.
Selanjutnya Ice, yaitu memberikan kompres es yang dibungkus kain pada area cedera selama 15–20 menit setiap dua hingga tiga jam. Es tidak dianjurkan ditempelkan langsung ke kulit karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan kulit.
Apabila muncul pembengkakan, lakukan Compression dengan membalut bagian yang cedera menggunakan perban elastis. Balutan harus cukup menopang area cedera, tetapi tidak terlalu kencang agar sirkulasi darah tetap berjalan dengan baik.
Langkah terakhir adalah Elevation, yaitu meninggikan posisi bagian tubuh yang cedera hingga berada di atas posisi jantung. Cara ini membantu mengurangi pembengkakan dengan memperlancar aliran balik darah dan cairan dari area yang mengalami cedera.
Meski metode RICE efektif sebagai pertolongan pertama, masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila kondisi tidak menunjukkan perbaikan. Segera konsultasikan ke dokter apabila nyeri atau pembengkakan tidak membaik setelah 48 jam, rasa nyeri sangat hebat, atau bagian tubuh yang cedera tidak dapat digerakkan maupun mengalami perubahan bentuk.
Penanganan yang cepat dan tepat sejak awal tidak hanya mempercepat proses penyembuhan, tetapi juga dapat mencegah komplikasi serta mengurangi risiko cedera jangka panjang. Jangan abaikan cedera sekecil apa pun, karena pertolongan pertama yang benar dapat memberikan dampak besar terhadap proses pemulihan.













