Pemkab Banjar Siaga Karhutla, Utamakan Pencegahan daripada Pemadaman

- Penulis

Rabu, 13 Agustus 2025 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simulasi memadamkan api dengan megang selang air. Foto – Istimewa

MEDIAKITA.CO.ID- Memasuki musim kemarau, Kabupaten Banjar bersiaga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Bupati Banjar H Saidi Mansyur melalui Pj Sekda H Ikhwansyah menegaskan, pencegahan harus menjadi prioritas ketimbang pemadaman.

Hal itu ia sampaikan saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar, Rabu (13/8/2025) pagi. Menurutnya, Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat, mengancam kesehatan, bahkan berdampak pada perekonomian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ikhwansyah menuturkan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 dan Peraturan Daerah Kabupaten Banjar Nomor 18 Tahun 2014, penanganan Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha.

“Pencegahan lebih baik daripada pemadaman. Karena itu, penting bagi kita semua untuk meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan sinergi antarinstansi,” ujarnya.

Baca Juga:  Ribuan Hektare Sawah di Banjar Terendam, 1.297 Hektare Gagal Panen

Ia menambahkan, deteksi dini, patroli rutin, pemetaan wilayah rawan, hingga edukasi masyarakat harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Ia juga mengajak camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat untuk aktif mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Sementara itu, Plt Kalak BPBD Banjar Yayan Daryanto mengatakan, penanggulangan Karhutla tahun ini melibatkan 300 personel dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, BPBD, Dishub, PMI, dan relawan BPK Buser 690.

“Setelah penetapan status siaga, kami akan mengaktifkan posko penanggulangan Karhutla. Posko induk berada di BPBD, ditambah empat pos lapangan di daerah rawan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan selama musim kemarau.

“Membakar lahan, meski sedikit, tetap dilarang. Penggunaan api di musim kemarau bisa berdampak serius terhadap lingkungan,” tegasnya. (rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi
Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan
Kemarau Panjang, Stok Beras Banjar Diklaim Aman hingga 2027
Pemkab Banjar Tata Toko Swalayan, Wajib Sediakan 30 Persen Produk UMKM
Wabup Banjar Tegaskan Investasi Besar Wajib Libatkan UMKM dan Koperasi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan

Berita Terbaru