MEDIAKITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Banjar memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul munculnya 20 titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Banjar hingga Juli 2026. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Karhutla yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar di Aula Kantor DPRKPLH, Martapura, Kamis (25/6/2026).
Rakor dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha. Kegiatan dihadiri perwakilan BMKG, TNI, Polri, instansi vertikal, relawan, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Yudi Andrea mengatakan rakor merupakan tindak lanjut Instruksi Gubernur Kalimantan Selatan dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi musim kemarau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar, sepanjang 2025 terjadi 61 kasus karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 189 hektare. Sementara pada periode Januari hingga Juli 2026 tercatat lima kejadian karhutla yang menghanguskan sekitar 39,8 hektare lahan.
“Pemerintah Kabupaten Banjar menegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah antisipasi dini menjadi semakin penting karena BMKG memprakirakan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih kering, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Juli hingga September.
Karena itu, pemerintah daerah meminta para camat, lurah, dan kepala desa terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan juga akan tetap dilakukan secara profesional.
“Pemerintah daerah juga meminta para camat, lurah, hingga kepala desa untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Selain itu, penegakan hukum secara profesional akan tetap dilakukan terhadap pelanggar yang memicu terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Yudi berharap sinergi seluruh pihak dapat menekan risiko bencana selama musim kemarau sehingga Kabupaten Banjar tetap aman dan tangguh menghadapi ancaman karhutla.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha memastikan personel, peralatan, serta sumber daya dari berbagai instansi telah disiagakan, termasuk dukungan dari TNI, Polri, dan para relawan.
Menurutnya, setelah Posko Utama diaktifkan, BPBD juga akan mengoperasikan tiga titik strategis, yakni Posko Utama BPBD, Posko Martapura Barat, dan Posko Cintapuri Darussalam untuk mempercepat respons apabila terjadi kebakaran.
Selain penanganan karhutla, BPBD juga mengantisipasi dampak kekeringan dan krisis air bersih. Bantuan distribusi air bersih dan tandon telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Pondok Pesantren Berutung Baru dan Kecamatan Tatah Makmur.
“Masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih diimbau untuk segera mengajukan surat permohonan resmi melalui pihak desa yang diketahui oleh camat agar distribusi dapat segera dilakukan,” pungkas Wasis. (adv/rdn)













