Dari Sampah Menjadi Harapan, Program MARKISSA Banjarbaru Bantu Puluhan Warga Kurang Mampu

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIAKITA.CO.ID – Di tangan warga Kelurahan Syamsudin Noor, sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah. Sebaliknya, limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tak bernilai justru disulap menjadi sumber kepedulian sosial yang telah membantu puluhan warga kurang mampu.

Semangat gotong royong itu mengemuka dalam peringatan satu tahun Program MARKISSA (Mari Kita Sedekah Sampah) yang digelar di Gedung Serba Guna RW 007, Kelurahan Syamsudin Noor, Selasa (16/6/2026). Program berbasis partisipasi masyarakat tersebut membuktikan bahwa persoalan lingkungan dapat diselesaikan sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial secara nyata.

Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi atas inovasi warga yang berhasil mengubah sampah bernilai ekonomis menjadi bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, MARKISSA bukan sekadar program pengelolaan sampah, tetapi menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan semangat berbagi kepada sesama.

“Kelurahan Syamsudin Noor luar biasa karena mampu menginisiasi pemilahan sampah yang bernilai ekonomis. Hasil penjualannya dikembalikan lagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Mudah-mudahan program seperti ini dapat tumbuh di kelurahan-kelurahan lain,” ujar Erna Lisa.

Ia menilai keberhasilan MARKISSA lahir dari kesadaran kolektif masyarakat. Kebiasaan sederhana memilah sampah di rumah ternyata mampu menciptakan dampak besar, bukan hanya menjadikan lingkungan lebih bersih, tetapi juga menghadirkan harapan bagi warga yang membutuhkan bantuan.

Di balik keberhasilan tersebut, terdapat perjuangan panjang masyarakat yang dipelopori Ketua RT 33 Kelurahan Syamsudin Noor, Yoni Setiawan, selaku penggagas Program MARKISSA.

Yoni mengungkapkan, program itu lahir dari keresahan terhadap persoalan sampah yang terus meningkat di lingkungan permukiman. Namun daripada hanya menjadi masalah, sampah dipilih untuk diubah menjadi sumber manfaat yang dapat dirasakan bersama.

Perjalanan satu tahun pertama tidak selalu berjalan mulus. Pada awal pelaksanaan, volume sampah yang berhasil dikumpulkan hanya sekitar 190 kilogram setiap bulan. Berkat konsistensi warga serta dukungan berbagai pihak, termasuk program Corporate Social Responsibility (CSR), gerakan tersebut terus berkembang.

Baca Juga:  SPPG Polres Banjarbaru Resmi Beroperasi, 1.093 Penerima Manfaat Terlayani

Hasilnya pun mulai terlihat. Selama satu tahun berjalan, pengelola berhasil menghimpun dana sekitar Rp8 juta dari hasil penjualan sampah yang telah dipilah. Seluruh dana tersebut dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan.

“Hingga satu tahun berjalan, dana yang berhasil dihimpun dari pengelolaan sampah sudah mencapai sekitar Rp8 juta. Hasilnya langsung kami salurkan kepada warga yang membutuhkan,” jelas Yoni.

Sedikitnya 50 warga telah merasakan manfaat dari program tersebut. Pada peringatan satu tahun MARKISSA, pengelola juga menyerahkan bantuan berupa tabung gas LPG isi ulang 3 kilogram kepada 40 penerima manfaat, sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap kebutuhan rumah tangga masyarakat.

Tidak berhenti pada pengelolaan sampah nonorganik, warga juga mulai mengembangkan inovasi baru melalui program SUSTER SANTI (Sumur KompoSTER SANiTasi) yang diluncurkan sejak 25 Maret 2026.

Program tersebut difokuskan pada pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali. Selain mengurangi timbunan sampah, inovasi ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bebas bau.

Keberhasilan MARKISSA menjadi bukti bahwa solusi atas persoalan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari program besar. Justru dari lingkungan terkecil, melalui kesadaran, gotong royong, dan kepedulian sosial, lahir sebuah gerakan yang mampu mengubah sesuatu yang dianggap tidak bernilai menjadi berkah bagi banyak orang.

Bagi Pemerintah Kota Banjarbaru, MARKISSA adalah contoh nyata pembangunan berbasis masyarakat. Program ini tidak hanya mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga membuktikan bahwa setiap kilogram sampah yang dipilah dapat berubah menjadi harapan bagi sesama. Sebuah gerakan sederhana yang kini menjadi inspirasi bahwa kebersihan, kepedulian, dan kesejahteraan dapat tumbuh dari tempat yang sama.

 

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT RI ke-81 dan Milad Demokrat ke-25 Dirayakan Meriah di Sidomulyo Raya
Hari Jadi Ke 76 ; Investasi di Kabupaten Banjar Mampu Serap 115 Ribu Tenaga Kerja, Ini Upaya Libatkan UMKM
Hari Jadi ke 76 ; Perdagangan Jadi Primadona Investasi di Kabupaten Banjar, Ini Sektor Lain yang Dilirik
Kado Dihari Jadi ke 76, Investasi Kabupaten Banjar Melonjak dan Tembus Rp2,65 Triliun pada 2025
Tarif Air PTAM Intan Banjar Berlandaskan Regulasi, Ini Dasar Penetapannya
Puluhan Gerai Koperasi Merah Putih di Banjar dan Banjarbaru Siap Masuk Tahap Pengelolaan
Empat Jembatan Dibangun Kodim 1006/Banjar, Akses Warga di Banjar dan Banjarbaru Makin Terhubung
PTAM Intan Banjar Buka Layanan Pasang Meter Baru Secara Online

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:26 WIB

HUT RI ke-81 dan Milad Demokrat ke-25 Dirayakan Meriah di Sidomulyo Raya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Hari Jadi Ke 76 ; Investasi di Kabupaten Banjar Mampu Serap 115 Ribu Tenaga Kerja, Ini Upaya Libatkan UMKM

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:16 WIB

Hari Jadi ke 76 ; Perdagangan Jadi Primadona Investasi di Kabupaten Banjar, Ini Sektor Lain yang Dilirik

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Kado Dihari Jadi ke 76, Investasi Kabupaten Banjar Melonjak dan Tembus Rp2,65 Triliun pada 2025

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Tarif Air PTAM Intan Banjar Berlandaskan Regulasi, Ini Dasar Penetapannya

Berita Terbaru

Bisnis

Sensible Medical insurance Preparations

Rabu, 26 Agu 2026 - 10:31 WIB