Disdikbud Kalsel Fokus Tangani Anak Tidak Sekolah dan Putus Sekolah

- Penulis

Senin, 29 September 2025 - 02:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto – MC Kalsel untuk Mediakita.co.id

MEDIAKITA.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel memberikan perhatian serius terhadap masih tingginya angka anak tidak sekolah dan anak putus sekolah di Banua.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, saat pertemuan dengan rekan media Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Senin (29/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Galuh Tantri, saat ini pihaknya masih melakukan verifikasi dan validasi lapangan untuk mengetahui jumlah pasti anak yang tidak bersekolah maupun yang putus sekolah.

“Data ini perlu diverifikasi dan divalidasi terlebih dahulu, karena penanganannya berbeda-beda sesuai latar belakang penyebab anak tidak bersekolah atau berhenti sekolah,” jelasnya.

Ia menuturkan, terdapat sejumlah faktor penyebab anak putus sekolah, di antaranya keterbatasan ekonomi, pilihan untuk bekerja, pernikahan dini, kasus perundungan (bullying), hingga perpindahan ke jalur pendidikan nonformal.

Baca Juga:  Buka Pasar Murah, Wabup HST, Gusti Rosyadi: Pasar Murah Jadi Stabilisator Harga Bahan Pokok

“Untuk itu kami telah menyiapkan berbagai strategi, seperti program beasiswa, bantuan bagi anak kurang mampu, advokasi ke daerah-daerah, serta penyediaan sekolah paket A, B, dan C,” ungkap Galuh Tantri.

Selain itu, Disdikbud Kalsel juga tengah menyusun strategi tambahan untuk tahun 2025 dalam rangka penanganan anak putus sekolah secara lebih komprehensif dan berkelanjutan, meliputi perbaikan sistem dan database, penguatan integritas, serta peningkatan kualitas pendidikan.

“Mengingat tahun 2025 tinggal beberapa bulan lagi, langkah strategis tersebut baru bisa dijalankan pada 2026 dengan melibatkan kolaborasi lintas instansi,” pungkasnya. (adv/rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi
Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan
Kemarau Panjang, Stok Beras Banjar Diklaim Aman hingga 2027
Pemkab Banjar Tata Toko Swalayan, Wajib Sediakan 30 Persen Produk UMKM
Wabup Banjar Tegaskan Investasi Besar Wajib Libatkan UMKM dan Koperasi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan

Berita Terbaru