Pemkab Balangan Beri Pemahaman Siswa Dampak Pernikahan Dini

- Penulis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 05:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi pencegahan perkawinan usia anak di MTs Ainul Amin, Tebing Tinggi. Foto – MC Balangan untuk Mediakita.co.id

MEDIAKITA.CO.ID- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3A P2KB PMD) Kabupaten Balangan, kalimantan Selatan (Kalsel) berupaya mencegah perkawinan usia anak dan memberi pemahaman terhadap dampaknya dengan menggelar penyuluhan di MTs Ainul Amin, Kecamatan Tebing Tinggi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Balangan, Dian Dinilia, mengatakan penyuluhan pencegahan perkawinan usia anak dilaksanakan di desa dan sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak mengenai dampak dari pernikahan dini sekaligus untuk mencegahnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Diharapkan melalui kegiatan ini anak-anak di Kabupaten Balangan memiliki kesadaran untuk mencegah perkawinan usia anak, sehingga dapat menghindari dampak buruk yang ditimbulkan,” ujar Dian di Tebing Tinggi, Balangan, pada Rabu (6/8/2025).

Baca Juga:  Ketua TP PKK Hj. Fathul Jannah Muhidin Ajak Keluarga Menjaga dan Melindungi Anak menjadi Generasi Sehat, Cerdas, dan Berakhlak

Sementara itu, Pengelola Anak dari Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Yuliani, menuturkan perkawinan usia anak membawa berbagai dampak serius, salah satunya adalah putus sekolah.

“Banyak sekali sebenarnya dampak yang ditimbulkan dari pernikahan usia anak. Salah satunya adalah sekolah mereka yang terputus, dan kebanyakan adalah anak-anak yang masih berada di jenjang SMP,” tuturnya.

Dari sisi kesehatan, Yuliani menjelaskan perkawinan usia anak juga berisiko tinggi terhadap kehamilan dan proses persalinan. Hal ini turut berdampak pada tingginya angka kematian ibu dan bayi.

“Ditinjau dari segi kesehatan, anak yang menikah di usia muda berisiko tinggi mengalami komplikasi pada kehamilan dan saat persalinan. Kondisi ini berkaitan erat dengan capaian penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Balangan,” tandas Yuliani. (adv/rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT RI ke-81 dan Milad Demokrat ke-25 Dirayakan Meriah di Sidomulyo Raya
Hari Jadi Ke 76 ; Investasi di Kabupaten Banjar Mampu Serap 115 Ribu Tenaga Kerja, Ini Upaya Libatkan UMKM
Hari Jadi ke 76 ; Perdagangan Jadi Primadona Investasi di Kabupaten Banjar, Ini Sektor Lain yang Dilirik
Kado Dihari Jadi ke 76, Investasi Kabupaten Banjar Melonjak dan Tembus Rp2,65 Triliun pada 2025
DPRD dan Pemkab Balangan Sepakati KUA-PPAS 2027, Anggaran Didorong Lebih Inklusif dan Berdampak bagi Masyarakat
Tarif Air PTAM Intan Banjar Berlandaskan Regulasi, Ini Dasar Penetapannya
Puluhan Gerai Koperasi Merah Putih di Banjar dan Banjarbaru Siap Masuk Tahap Pengelolaan
Empat Jembatan Dibangun Kodim 1006/Banjar, Akses Warga di Banjar dan Banjarbaru Makin Terhubung

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:26 WIB

HUT RI ke-81 dan Milad Demokrat ke-25 Dirayakan Meriah di Sidomulyo Raya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Hari Jadi Ke 76 ; Investasi di Kabupaten Banjar Mampu Serap 115 Ribu Tenaga Kerja, Ini Upaya Libatkan UMKM

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:16 WIB

Hari Jadi ke 76 ; Perdagangan Jadi Primadona Investasi di Kabupaten Banjar, Ini Sektor Lain yang Dilirik

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Kado Dihari Jadi ke 76, Investasi Kabupaten Banjar Melonjak dan Tembus Rp2,65 Triliun pada 2025

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:05 WIB

DPRD dan Pemkab Balangan Sepakati KUA-PPAS 2027, Anggaran Didorong Lebih Inklusif dan Berdampak bagi Masyarakat

Berita Terbaru

Bisnis

Sensible Medical insurance Preparations

Rabu, 26 Agu 2026 - 10:31 WIB