Pemkab HST Gelar Forum Audensi Pembinaan Penyelenggaraan SPIP, Kemiskinan Jadi Pembahasan Utama

- Penulis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FIRUM Audensi Pembinaan Penyelenggaraan SPIP yang digelar Pemkab HST. Foto – Istimewa

MEDIAKITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar Forum Audensi Pembinaan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi yang difokuskan pada tata kelola sektor pengentasan kemiskinan, Rabu (27/8/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Bupati HST tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua Komisi I DPRD HST, Kepala BPS, Inspektur Daerah, hingga para kepala OPD yang menangani sektor kemiskinan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati HST, Samsul Rizal dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati HST, Gusti Rosyadi menyampaikan bahwa kemiskinan bukan sekadar angka statistik, tetapi persoalan nyata yang menyangkut harkat dan martabat manusia. Oleh karena itu, pengentasan kemiskinan menjadi agenda prioritas baik dalam pembangunan nasional maupun daerah.

“Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan di Kabupaten HST pada tahun 2024 sebesar 5,81 persen, tertinggi di Kalimantan Selatan, meski mengalami penurunan 0,03 persen dibandingkan tahun 2023. Kondisi ini harus segera kita jawab bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peta sebaran kemiskinan di HST terkonsentrasi di wilayah perdesaan, terutama pada kelompok masyarakat yang bekerja di sektor pertanian, nelayan, dan pekerja informal.

Tingginya angka kemiskinan dipengaruhi keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar, rendahnya produktivitas di sektor pertanian dan UMKM, masalah sosial seperti stunting, pernikahan dini, serta pengangguran terbuka.

Faktor eksternal seperti inflasi, perubahan iklim, hingga dampak pandemi beberapa tahun terakhir juga turut memperburuk situasi.

Untuk menjawab tantangan itu, Pemkab HST telah mengimplementasikan berbagai program. Di antaranya penyaluran bantuan sosial tepat sasaran melalui integrasi data DTKS, pemberdayaan ekonomi masyarakat desa lewat BUMDes dan UMKM, peningkatan kualitas SDM melalui beasiswa, pelatihan kerja, serta penanganan stunting.

Pemerintah juga mendorong pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan usaha tani, air bersih, listrik pedesaan, dan inovasi berbasis kearifan lokal seperti Gerakan Desa Mandiri Pangan dan Bank Sampah.

Baca Juga:  Juara 3 Lomba Vlog Kader, TP PKK HST Tunjukkan Prestasi Daerah di Peringatan HAN 2025

“Alhamdulillah, berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil, meski masih ada tantangan besar yang harus kita hadapi bersama,” lanjut Bupati.

Ke depan, strategi pengentasan kemiskinan HST diarahkan pada lima fokus utama. Pertama, penguatan basis data kemiskinan agar program lebih tepat sasaran. Kedua, penciptaan lapangan kerja baru melalui investasi padat karya, pengembangan UMKM, dan pariwisata.

Ketiga, peningkatan kualitas SDM dengan menekankan pendidikan vokasi dan keterampilan digital. Keempat, penguatan perlindungan sosial bagi masyarakat rentan dan kelompok miskin ekstrem. Kelima, kolaborasi multipihak bersama pemerintah pusat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat sipil.

Pemkab HST juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalsel, Dr. Ayi Riyanto, yang terus mendukung Pemkab HST dalam upaya pengentasan kemiskinan. Ia menekankan pentingnya peran SPIP Terintegrasi dalam mendorong tata kelola yang lebih baik.

“Khusus untuk SPIP Terintegrasi tahun 2025, saya berharap ada peningkatan nilai. Semua komponen, baik SPIP, MRI, maupun IEPK, harus masuk Level 3, termasuk penilaian kapabilitas APIP,” tegasnya.

Ia meminta Kepala Bappelitbangda dan Inspektur HST untuk terus melakukan koordinasi optimal dalam mengawal penyelenggaraan SPIP setiap tahun. Para kepala OPD juga diminta melakukan penilaian mandiri secara maksimal dan melengkapi seluruh data dukung yang dibutuhkan.

“Saya akan lebih serius memonitor terkait SPIP ini. Kami berharap dukungan dari BPKP terus mengalir demi peningkatan maturitas penyelenggaraan SPIP di HST,” ucapnya.

Bupati dalam teks sambutannya menekankan bahwa pengentasan kemiskinan tidak mungkin hanya dilakukan pemerintah saja, melainkan membutuhkan gotong royong, kepedulian, serta kerja nyata dari seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita satukan langkah dan komitmen untuk menjadikan daerah kita lebih sejahtera, berkeadilan, dan bermartabat. Semoga Allah SWT meridai setiap ikhtiar yang kita lakukan demi kebaikan bersama,” pungkasnya.(adv/mask95)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi
Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan
Kemarau Panjang, Stok Beras Banjar Diklaim Aman hingga 2027
Pemkab Banjar Tata Toko Swalayan, Wajib Sediakan 30 Persen Produk UMKM
Wabup Banjar Tegaskan Investasi Besar Wajib Libatkan UMKM dan Koperasi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan

Berita Terbaru