Pemprov Kalsel Bahas Implementasi Manajemen Risiko Daerah 2025–2029

- Penulis

Rabu, 30 Juli 2025 - 05:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto – MC Kalsel untuk Mediakita.co.id

MEDIAKITA.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Implementasi Manajemen Risiko Pemerintah Daerah Periode Perencanaan Tahun 2025–2029 di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru.

Gubernur Kalsel, Muhidin, yang diwakili Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Muhamad Muslim, menyampaikan apresiasi kepada Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalsel serta seluruh peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muhamad Muslim menegaskan pentingnya penerapan manajemen risiko dalam tata kelola pemerintahan, terutama di tengah dinamika global dan tantangan multidimensional yang terus berkembang.

“Kita hidup di era penuh ketidakpastian. Isu global seperti perubahan iklim, krisis pangan, dan energi dapat berdampak langsung terhadap daerah. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah tidak bisa lagi bekerja secara biasa-biasa saja. Diperlukan cara kerja yang sistematis dan terukur. Di sinilah pentingnya manajemen risiko,” ujarnya, Rabu (30/7/2025).

Ia menjelaskan, manajemen risiko bukan hanya tentang menghindari bahaya, tetapi juga membangun kemampuan untuk mengidentifikasi potensi risiko secara dini. Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 yang menempatkan manajemen risiko sebagai bagian dari Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

Baca Juga:  DPRD Banjarbaru Sepakati Raperda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, Perkuat Perlindungan Pekerja

Muslim menekankan, penerapan manajemen risiko pada periode perencanaan 2025–2029 harus diintegrasikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Program dan kegiatan prioritas daerah, kata dia, perlu memiliki peta risiko terkini serta strategi mitigasi yang jelas dan dapat diimplementasikan secara efektif.

“Kita perlu memastikan setiap perangkat daerah memahami dan mampu mengelola risiko dengan baik. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara berkelanjutan, lintas sektor, dan lintas bidang,” tambahnya.

Ia juga mendorong adanya kolaborasi erat antara para perencana, pengelola anggaran, inspektorat, dan pelaksana kegiatan agar budaya sadar risiko benar-benar tertanam dalam tata kelola pemerintahan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. (adv/rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengadaan Lahan Sekolah Rakyat di Banjar Masuk Tahap Identifikasi dan Verifikasi
Wamenko Perekonomian Puji Kopi Herborneo, UMKM Banjarbaru Unjuk Kualitas di TEI 2026
Sekda Banjarbaru Ingatkan Dewan Hakim MTQ: Nilai Peserta Secara Adil dan Objektif
Buka MTQ XXI Banjarbaru, Lisa Bidik Lahirnya Generasi Qur’ani Berprestasi
Pemkab Banjar Perluas Ajang Budaya, Sinoman Hadrah hingga Musik Panting Bersaing di Level Provinsi
Lisa Pastikan Bantuan Pusat Dimaksimalkan untuk Penanganan Karhutla Banjarbaru
Surplus Pangan Banjarbaru Tembus Ratusan Ton, Pemkot Siapkan Langkah Lanjutan
Pemkot Banjarbaru Tekankan Integritas PPPK, Pelayanan Warga Jadi Ukuran Kinerja

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Pengadaan Lahan Sekolah Rakyat di Banjar Masuk Tahap Identifikasi dan Verifikasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:35 WIB

Wamenko Perekonomian Puji Kopi Herborneo, UMKM Banjarbaru Unjuk Kualitas di TEI 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:32 WIB

Sekda Banjarbaru Ingatkan Dewan Hakim MTQ: Nilai Peserta Secara Adil dan Objektif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:30 WIB

Buka MTQ XXI Banjarbaru, Lisa Bidik Lahirnya Generasi Qur’ani Berprestasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Pemkab Banjar Perluas Ajang Budaya, Sinoman Hadrah hingga Musik Panting Bersaing di Level Provinsi

Berita Terbaru