Pemprov Kalsel Canangkan 20 Desa Anti-Maladministrasi di Kabupaten Banjar

- Penulis

Kamis, 31 Juli 2025 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas PMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, bersama perwakilan Ombudsman RI menyerahkan piagam pencanangan Desa Awang Bangkal Barat sebagai Desa Anti-Maladministrasi kepada Kepala Desa setempat, pada kegiatan pencanangan 20 Desa Anti-Maladministrasi di Kabupaten Banjar, Kamis (31/7/2025). Foto – MC Kalsel untuk Mediakita.co.id

MEDIAKITA.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terus menghadirkan inovasi pelayanan publik berbasis desa. Salah satunya dengan mencanangkan 20 Desa Anti-Maladministrasi di Kabupaten Banjar sebagai percontohan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan berkualitas.

Program hasil kolaborasi Pemprov Kalsel bersama Ombudsman RI ini disambut antusias masyarakat, karena mulai menunjukkan dampak positif nyata di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelayanan yang jujur dan sesuai aturan bukan hanya idealisme, tetapi kebutuhan masyarakat. Dan sekarang, kita lihat warga mulai merasakan langsung manfaatnya,” ujar Kepala Dinas PMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, usai menghadiri pencanangan Desa Awang Bangkal Barat sebagai Desa Anti-Maladministrasi di Kabupaten Banjar, Kamis (31/7/2025).

Faried menyampaikan, program ini diharapkan menjadi model bagi seluruh desa di Kalimantan Selatan dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada pelayanan.

“Dengan ditetapkannya desa sebagai desa isolasi atau desa percontohan, kita harapkan seluruh bentuk pelayanan di desa dilakukan sesuai aturan dan benar-benar menjawab kebutuhan warga,” tambahnya.

Gubernur Kalimantan Selatan melalui surat edaran resmi juga telah menginstruksikan seluruh bupati dan kepala desa untuk menjalankan empat langkah utama dalam memperkuat pelayanan publik di tingkat desa, yaitu:

Baca Juga:  Geruduk DPRD Kalsel, Massa Suarakan Segudang Tuntutan – Ketua DPRD Janji Kawal Aspirasi ke Pusat

Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM pelayanan publik desa.

Peningkatan sarana dan prasarana pelayanan publik.

Penganggaran dana desa yang berpihak pada peningkatan layanan masyarakat.

Koordinasi aktif antar level pemerintahan mulai dari desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi, khususnya dalam mengatasi hambatan layanan.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah praktik maladministrasi sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat desa.

Faried juga menekankan pentingnya setiap desa menggali potensi lokal untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu contohnya adalah Desa Awang Bangkal Barat, yang kini berkembang sebagai desa wisata unggulan.

“Kita tadi mendengar langsung dari Kepala Desa, saat hari libur mereka bisa meraih pendapatan Rp60 hingga Rp70 juta dalam sehari. Ini luar biasa dan bisa menjadi inspirasi bagi desa lain di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Dengan total 1.800 desa di Kalsel, Faried berharap setiap desa mampu mengenali dan mengembangkan potensi unggulannya — baik di sektor pariwisata, pertanian, produk UMKM, maupun inovasi sosial yang memberdayakan masyarakat.

“Kalau potensi desa bisa dikembangkan maksimal, maka Pendapatan Asli Desa (PADes) akan meningkat. Dampaknya, anggaran desa pun ikut bertambah. Dengan begitu, pelayanan publik dan pembangunan desa akan semakin baik, dan kesejahteraan masyarakat lebih cepat terwujud,” tutup Faried. (adv/rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT RI ke-81 dan Milad Demokrat ke-25 Dirayakan Meriah di Sidomulyo Raya
Hari Jadi Ke 76 ; Investasi di Kabupaten Banjar Mampu Serap 115 Ribu Tenaga Kerja, Ini Upaya Libatkan UMKM
Hari Jadi ke 76 ; Perdagangan Jadi Primadona Investasi di Kabupaten Banjar, Ini Sektor Lain yang Dilirik
Kado Dihari Jadi ke 76, Investasi Kabupaten Banjar Melonjak dan Tembus Rp2,65 Triliun pada 2025
Tarif Air PTAM Intan Banjar Berlandaskan Regulasi, Ini Dasar Penetapannya
Puluhan Gerai Koperasi Merah Putih di Banjar dan Banjarbaru Siap Masuk Tahap Pengelolaan
Empat Jembatan Dibangun Kodim 1006/Banjar, Akses Warga di Banjar dan Banjarbaru Makin Terhubung
PTAM Intan Banjar Buka Layanan Pasang Meter Baru Secara Online

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:26 WIB

HUT RI ke-81 dan Milad Demokrat ke-25 Dirayakan Meriah di Sidomulyo Raya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Hari Jadi Ke 76 ; Investasi di Kabupaten Banjar Mampu Serap 115 Ribu Tenaga Kerja, Ini Upaya Libatkan UMKM

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:16 WIB

Hari Jadi ke 76 ; Perdagangan Jadi Primadona Investasi di Kabupaten Banjar, Ini Sektor Lain yang Dilirik

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Kado Dihari Jadi ke 76, Investasi Kabupaten Banjar Melonjak dan Tembus Rp2,65 Triliun pada 2025

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Tarif Air PTAM Intan Banjar Berlandaskan Regulasi, Ini Dasar Penetapannya

Berita Terbaru

Bisnis

Sensible Medical insurance Preparations

Rabu, 26 Agu 2026 - 10:31 WIB