Pemprov Kalsel Dorong Penguatan Budaya Sadar Risiko dalam Tata Kelola Pemerintahan

- Penulis

Rabu, 30 Juli 2025 - 05:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto – MC Kalsel untuk Mediakita.co.id

MEDIAKITA.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Inspektorat Daerah terus meningkatkan pemahaman pengelolaan risiko dalam tata kelola pemerintahan. Upaya ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Persiapan Implementasi Manajemen Risiko Pemerintah Daerah Periode Perencanaan Tahun 2025–2029, yang digelar di Gedung Auditorium KH Idham Chalid, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Banjarbaru.

Inspektur Provinsi Kalsel, Akhmad Fydayeen, menyampaikan bahwa pengelolaan risiko merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah diharapkan dapat membangun dan mengembangkan budaya sadar risiko di seluruh tingkatan organisasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam seluruh proses organisasi, serta memberikan pemahaman terkait pembagian peran dan tanggung jawab pengelolaan risiko di lingkungan pemerintah daerah,” ujar Akhmad Fydayeen, Rabu (30/7/2025).

Baca Juga:  DPRD Banjarbaru Kawal Implementasi Kota Layak Anak, Nurkhalis: Jangan Hanya Seremonial

Ia menjelaskan, strategi implementasi manajemen risiko untuk periode perencanaan 2025–2029 disusun agar pengelolaan risiko di lingkungan pemerintahan daerah menjadi lebih berkualitas, adaptif, dan terukur.

Rapat koordinasi ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan pengelolaan risiko dari instansi terkait, termasuk Gubernur, Sekretaris Daerah kabupaten/kota, Inspektur Daerah, Kepala Bappeda, serta pejabat dan staf yang membidangi pengelolaan risiko di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalsel, yang memaparkan materi teknis dan strategis seputar penerapan manajemen risiko dalam pemerintahan.

Akhmad Fydayeen berharap hasil rapat koordinasi ini dapat menjadi landasan kuat bagi implementasi manajemen risiko yang komprehensif di seluruh lingkungan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalsel. (adv/rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi
Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan
Kemarau Panjang, Stok Beras Banjar Diklaim Aman hingga 2027
Pemkab Banjar Tata Toko Swalayan, Wajib Sediakan 30 Persen Produk UMKM
Wabup Banjar Tegaskan Investasi Besar Wajib Libatkan UMKM dan Koperasi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan

Berita Terbaru