Polda Kalsel Panen Jagung 1.000 Ton dari Lahan Tidur, Bukti Nyata Kemandirian Pangan Banua

- Penulis

Sabtu, 27 September 2025 - 02:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto – MC Kalsel untuk Mediakita.co.id

MEDIAKITA.CO.ID – Upaya serius Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam mendukung ketahanan pangan berbuah hasil manis. Melalui program pemanfaatan lahan tidur, jajaran Polda Kalsel berhasil melakukan panen raya jagung dengan hasil mencapai 1.000 ton di Kecamatan Sei Tabuk, Kabupaten Banjar, Sabtu (27/9/2025).

Program yang dijalankan sejak 2024 ini memanfaatkan lahan gambut seluas lebih dari 12.000 hektare, di mana sekitar 900 hektare telah ditanami jagung. Lahan yang sebelumnya dianggap tidak produktif kini berubah menjadi hamparan pertanian subur yang bernilai ekonomi tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menyebut hasil panen kali ini meningkat signifikan dibandingkan panen sebelumnya, baik dari segi produksi maupun luas lahan.

“Panen ini membuktikan bahwa lahan yang selama ini terbengkalai dapat diubah menjadi sumber pangan yang produktif dengan dukungan dan kolaborasi semua pihak,” ujar Kapolda Rosyanto.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin atas dukungannya terhadap program ketahanan pangan ini, termasuk bantuan empat unit Corn Combine Harvester yang mempercepat proses panen.

Baca Juga:  Managemen RSD Idaman Beri Penghargaan Pada Ruangan Terbaik Dalam Pelayanan

Rosyanto menjelaskan, hasil panen akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan Bulog dan sejumlah offtaker seperti Japfa Comfeed serta Charoen Pokphand. Sebagai langkah konkret, 30 ton jagung langsung didistribusikan ke Bulog untuk mendukung stok pangan daerah.

Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan media. Meski menghadapi kendala seperti pH tanah rendah dan pengelolaan air, Polda Kalsel tetap berkomitmen meningkatkan produktivitas pertanian di lahan basah.

“Dengan kerja sama lintas sektor, kami optimis Kalimantan Selatan bisa menjadi daerah yang mandiri dan kuat dalam sektor pangan,” tegasnya.

Panen raya ini dihadiri oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin, jajaran Forkopimda, serta berbagai pihak terkait. Momentum ini menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian di Banua, sekaligus bukti bahwa sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat mampu mendorong kemandirian pangan yang berkelanjutan. (adv/rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rotasi 91 ASN, Pemko Banjarbaru Terapkan Manajemen Talenta dalam Pengisian Jabatan
Bupati Banjar Panen Padi Bersama Petani Beruntung Baru, Tegaskan Dukungan bagi Sektor Pertanian
Martapura Timur Sabet Gelar Juara Umum MTQ Nasional XLIX Kabupaten Banjar
DKPP Banjar Imbau Pembudidaya Ikan Waspadai Kemarau Panjang, Atur Debit Air hingga Kurangi Kepadatan Tebar
DPRD Banjar Terima Rancangan KUPA-PPAS Perubahan 2026, Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp2,29 Triliun
Bekali Calon Paskibraka, Sekda Banjar Tekankan Integritas dan Jiwa Nasionalisme
MTQ XLIX Kabupaten Banjar Resmi Dibuka, 725 Peserta dari 20 Kecamatan Siap Berlomba
Kelurahan Mentaos Gelar Temu Karya, Ketua Karang Taruna Mentaos Periode 2026–2030 Terpilih 

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:21 WIB

Rotasi 91 ASN, Pemko Banjarbaru Terapkan Manajemen Talenta dalam Pengisian Jabatan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Bupati Banjar Panen Padi Bersama Petani Beruntung Baru, Tegaskan Dukungan bagi Sektor Pertanian

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Martapura Timur Sabet Gelar Juara Umum MTQ Nasional XLIX Kabupaten Banjar

Selasa, 4 Agustus 2026 - 02:38 WIB

DKPP Banjar Imbau Pembudidaya Ikan Waspadai Kemarau Panjang, Atur Debit Air hingga Kurangi Kepadatan Tebar

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:12 WIB

DPRD Banjar Terima Rancangan KUPA-PPAS Perubahan 2026, Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp2,29 Triliun

Berita Terbaru