Program TUNTAS BANJAR Turunkan Angka Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Banjar

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Foto – Dok Raden

MEDIAKITA.CO.ID – Program Terobosan Untuk Anak Tidak Sekolah (TUNTAS BANJAR) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pendidikan terus menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data terbaru, jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Banjar berhasil ditekan dari sekitar 17 ribu menjadi 14.440 anak.

Capaian ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Kementerian Agama (Kemenag), serta satuan pendidikan nonformal yang tersebar di berbagai wilayah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, melalui Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdik Banjar, Arliza Maysari, menjelaskan bahwa dari total 42 pondok pesantren yang terdata di Kemenag, terdapat 9 pondok pesantren yang telah bergabung dalam sistem TUNTAS BANJAR di bawah naungan Dinas Pendidikan.

“Kesembilan pondok itu yakni Pondok Darussalam, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Miftahusyubyan, Syafaat, Bukhari Muslim, Sulamul Sabniah, Faizurrahman, Nurul Hikmah, serta Darut Ta’lim dan Hidayat Thalibin,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).

Baca Juga:  Cegah Gangguan Kamtibmas Selama rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Pahlawan, Kodim 1002/HST Gelar Apel Kesiapsiagaan

Menurut Arliza, pondok-pondok tersebut tersebar di beberapa kecamatan dan menjadi bagian penting dalam mendukung pendidikan nonformal di Kabupaten Banjar.

“Pondok di bawah Kemenag menginput data melalui sistem EMIS, sedangkan pondok yang berada di bawah Dinas Pendidikan menggunakan Dapodik. Ada juga pondok yang sudah terdaftar di keduanya,” jelasnya.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Banjar akan terus berkoordinasi dengan Kemenag untuk menyandingkan data pondok yang belum terdaftar.

“Kami akan melakukan rapat koordinasi agar datanya sinkron. Nantinya akan disepakati apakah mereka tetap di bawah Kemenag atau bergabung ke Dinas Pendidikan,” tambahnya.

Arliza menegaskan, program TUNTAS BANJAR akan terus dilanjutkan melalui sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat serta tokoh agama.

“Masih ada sebagian pondok yang belum memahami sepenuhnya tentang pendidikan nonformal. Kami akan terus melakukan pendekatan agar semua anak di Kabupaten Banjar bisa mendapatkan hak pendidikannya,” pungkasnya. (rdn)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel mediakita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi
Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis
PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690
Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan
Kemarau Panjang, Stok Beras Banjar Diklaim Aman hingga 2027
Pemkab Banjar Tata Toko Swalayan, Wajib Sediakan 30 Persen Produk UMKM
Wabup Banjar Tegaskan Investasi Besar Wajib Libatkan UMKM dan Koperasi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Festival Budaya Banjar Digelar 13–15 Oktober, Tiga Lomba Naik Level Provinsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Hampir 11 Tahun Jadi Pelanggan PTAM Intan Banjar, Wukirno Dapat Kejutan Rekening Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

PTAM Intan Banjar Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Relawan Buser 690

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Dinsos Banjar Perketat Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Penanganan 68 RTLH di Banjar Masih Tunggu APBD Perubahan

Berita Terbaru