MEDIAKITA.CO.ID – Komitmen memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus ditunjukkan Pemerintah Kota Banjarbaru bersama DPRD Kota Banjarbaru. Salah satunya melalui Pelatihan Inkubator Bisnis UMKM Tahun 2026 yang digelar pada 21–24 Juni 2026.
Kegiatan yang mendapat dukungan penuh Komisi II DPRD Kota Banjarbaru dan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumnaker) Kota Banjarbaru itu diikuti pelaku UMKM, wirausaha pemula, hingga berbagai komunitas usaha. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat manajemen usaha, serta memperluas akses pemasaran dan jejaring bisnis di era digital.
Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Nurkhalis Anshari, mengatakan program inkubator bisnis merupakan langkah strategis untuk mencetak pelaku UMKM yang tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pelaku UMKM tidak cukup hanya memiliki produk berkualitas. Mereka juga harus dibekali kemampuan mengelola usaha, menyusun strategi pemasaran digital, melakukan inovasi produk, hingga memperluas akses permodalan dan kemitraan.
“Program inkubator bisnis hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Melalui program ini, pelaku UMKM memperoleh pendampingan yang lebih terarah, mulai dari peningkatan kapasitas usaha hingga membuka peluang akses pasar yang lebih luas, sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan dan naik kelas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Diskopumnaker Kota Banjarbaru, Sartono, menegaskan pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan DPRD dalam menghadirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia menjelaskan, inkubator bisnis tidak hanya berorientasi pada pelatihan, tetapi juga dirancang untuk melahirkan wirausaha baru yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing.
“Melalui program ini, kami ingin menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan kompetitif, sehingga pelaku UMKM mampu berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” katanya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari strategi pengembangan usaha, branding produk, pemasaran digital, pemanfaatan teknologi dalam bisnis, hingga penguatan jejaring dan kemitraan usaha. Kegiatan juga dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dan konsultasi, sehingga peserta dapat menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usahanya.
Melalui dukungan DPRD dan pembinaan yang berkelanjutan, program inkubator bisnis ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem UMKM di Kota Banjarbaru. Ke depan, UMKM diharapkan semakin berdaya saing, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah menuju terwujudnya Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera). (rdn)













