MEDIAKITA.CO.ID – Komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menekan angka pengangguran kembali membuahkan hasil nyata. Program pelatihan dan sertifikasi satuan pengamanan (satpam) yang digagas pemerintah daerah tidak berhenti pada pemberian sertifikat, tetapi benar-benar membuka pintu menuju dunia kerja bagi masyarakat.
Sebanyak 10 warga Kota Banjarbaru resmi dinyatakan lulus pelatihan dan sertifikasi satpam. Bahkan, satu peserta langsung diterima bekerja sesaat setelah menyelesaikan pelatihan, sementara peserta lainnya kini menunggu proses penempatan di berbagai perusahaan.
Sertifikat kompetensi tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby di Rumah Dinas Wali Kota Banjarbaru sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Erna Lisa Halaby menegaskan bahwa keberhasilan memperoleh sertifikat hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan ketika memasuki dunia kerja.
“Di manapun bekerja dan berada, jagalah kepercayaan dengan sebaik-baiknya. Jika mampu menjaga kepercayaan, maka akan menjadi pribadi yang dicari dan dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Jagalah kinerja, disiplin, komitmen, moral, dan kejujuran dalam setiap tugas yang dijalankan,” pesan Erna Lisa.
Menurutnya, dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga yang memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter yang kuat. Integritas menjadi modal utama agar seseorang mampu bertahan, berkembang, dan memperoleh kepercayaan dari perusahaan.
Program pelatihan tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki sertifikasi kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumnaker) Kota Banjarbaru, Sartono, menjelaskan bahwa seluruh peserta yang dinyatakan lulus telah memenuhi standar kompetensi sebagai tenaga keamanan profesional.
“Alhamdulillah hari ini 10 orang dinyatakan lulus. Bahkan satu orang di antaranya sudah langsung bekerja, sementara yang lainnya tinggal menunggu penempatan kerja. Insya Allah semuanya akan segera bekerja,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, program pelatihan satpam mulai dijalankan sejak tahun 2025 pada masa kepemimpinan Wali Kota Erna Lisa Halaby. Hasilnya menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan. Dari sekitar 40 peserta yang telah mengikuti pelatihan pada angkatan sebelumnya, hampir seluruhnya berhasil terserap ke dunia kerja.
Menurut Sartono, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja jauh lebih efektif dibandingkan pelatihan yang tidak disesuaikan dengan permintaan industri.
“Kami akan terus melihat peluang kerja yang ada. Pelatihan yang dilaksanakan nantinya berbasis sertifikasi kompetensi agar peserta benar-benar siap bersaing setelah lulus,” ujarnya.
Optimisme serupa disampaikan Direktur Utama PT Prima Sekuriti Indonesia, Sutarno. Ia menyebut kebutuhan tenaga satpam di Kalimantan Selatan maupun wilayah Kalimantan lainnya masih sangat besar sehingga peluang kerja bagi lulusan pelatihan terbuka lebar.
“Kebutuhan satpam masih banyak, tidak hanya di Kalimantan Selatan tetapi juga di Kalimantan Tengah. Jika adik-adik siap bekerja, kami siap membantu mereka masuk ke pasar kerja,” katanya.
Ia menilai program yang diinisiasi Pemerintah Kota Banjarbaru merupakan contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menekan angka pengangguran.
“Program ini sangat positif karena membantu masyarakat mendapatkan keterampilan sekaligus akses pekerjaan. Dari peserta yang ada seluruhnya warga Banjarbaru dan hasilnya hampir 100 persen terserap kerja,” tambahnya.
Para lulusan nantinya berpeluang ditempatkan di berbagai sektor, mulai dari kawasan perkantoran, industri, fasilitas pelayanan publik, hingga perusahaan perkebunan sesuai kebutuhan pengguna jasa keamanan.
Bagi para peserta, program tersebut menjadi titik balik dalam kehidupan mereka. Salah satunya dirasakan Widy, yang mengaku memperoleh kesempatan berharga setelah mengetahui informasi pelatihan melalui media sosial.
Selama satu minggu pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi, mulai dari teknik pengamanan, penggunaan borgol, bela diri Polri, hingga Peraturan Baris Berbaris (PBB) sebagai bekal menghadapi dunia kerja.
“Saya mengetahui informasi pelatihan ini dari Instagram. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Banjarbaru yang sudah memberikan kesempatan kepada kami yang sebelumnya belum bekerja untuk mendapatkan pelatihan sekaligus dibantu mencarikan pekerjaan,” ungkapnya.
Program pelatihan dan sertifikasi satpam menjadi bukti bahwa upaya menekan pengangguran tidak cukup hanya dengan membuka lowongan kerja. Pemerintah harus hadir membekali masyarakat dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri, sekaligus menjembatani mereka dengan dunia usaha.
Melalui pendekatan tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru tidak sekadar mencetak lulusan pelatihan, tetapi menghadirkan peluang hidup yang lebih baik bagi warganya. Sebab, keberhasilan sebuah program bukan hanya diukur dari jumlah sertifikat yang dibagikan, melainkan dari berapa banyak masyarakat yang akhirnya memperoleh pekerjaan, penghasilan, dan masa depan yang lebih pasti.













